Rabu, 02 Juni 2010

The Future Part I: The Beginning

Cerita ini dimulai dari sebuah desa kecil bernama Yami Village. Desa itu adalah sebuah desa yang terletak tidak jauh dari sebuah kota yang bernama Watch Town, kota yang cukup besar dan megah di kala itu. Kisah ini berawal ketika dua orang pemuda bernama Tobi dan Nail berjalan-jalan di sekitar bukit di desa itu, mereka memang suka bermain-main di sana dan hampir setiap hari mereka pergi ke bukit tersebut. Merka berjalan kesana-kemari dengan arah dan tujuan yang tidak terlalu jelas di bukit itu, sampai tidak beberapa lama kemudian mereka menemukan sebuah buku bersampul hitam yang misterius, yang membuat mereka bertanya-tanya.

"Hah.!? Kira-kira apa itu ya.?? Kelihatannya itu benda yang misterius sekali.??" Kata Tobi yang memang bersifat lebih bodoh dan lebih ceroboh dari temannya yang bernama Nail itu dengan nada yang menunjukkan bahwa dia sangat penasaran dengan benda tersebut.

Nail pun mengamati perilaku temannya itu dengan seksama dan tidak lama kemudian,"PLAK!!" Nail memukul kepala temannya itu dengan sangat keras. "Sudah sangat jelas kan Tob kalau itu adalah sebuah buku!! Tapi memang kelihatan mencurigakan sekali sih." Walaupun Nail mengejek Tobi karena kebodohannya tetapi dia pun kini ikut penasaran seperti Tobi.

"Aduh!! Ngasih tau sih ngasih tau Nail.!! Tapi jangan pukul kepalaku sampai sebegini kerasnya dong... Kan sakit nih jadinya kepalaku!!" Kata Tobi dengan perasaan yang cukup kesal sambil memegangi kepalanya yang masih sakit karena dipukul Nail tadi, diia memang suka merasa sedikit kesal jika Nail menyebutnya bodoh tapi kadang juga dia sudah merasa biasa jika Nail menyebut dirinya seperti itu.

"Iya deh kalau begitu aku minta maaf Tob, habisnya kamu kelihatan seperti orang bego sih, jadi lebih baik kupukul saja biarnantinya kamu tidak jadi bego beneran." Nail menjelaskan sambil meminta maaf atas perbuatannya kepada Tobi tadi itu.

"Ah dasar kamu itu ya Nail!!" Tobi menggerutu dengan wajah yang sedikit cemberut. "Tapi ya sudah lah Nail, yang penting bagaimana dengan buku ini?? Hmm.. Kalau dilihat baik-baik aku tahu kalau judulnya itu adalah The Future (TF)." Tobi memungut dan memperhatikan buku itu dengan seksama dengan membolak-balikkan buku itu beberapa kali di tangannya.

"Hei Tobi.!! Kita kan masih belum tahu apa-apa tentang buku itu!! Jadi Jangan sembarangan pegang buku itu dengan tanganmu karena kita kan belum tahu apa akibatnya jika menyentuh buku itu, dasar kau benar-benar ceroboh!!" Nail mengingatkan temannya yang ceroboh itu akan tindakan cerobohnya yang begitu gegabah itu.

Tapi Tobi seperti tidak mendengar peringatan temannya itu dan tidak menggubrisnya, dia kemudian malah membuka halaman pertama dari buku itu. Ketika membuka halaman pertama, Tobi hanya melihat judul dari buku itu tertulis kembali namun dengan warna tinta yang berbeda dengan covernya. Nail hanya bisa melihat sahabatnya itu membuka halaman demi halaman dari buku tersebut tanpa bisa mencegahnya atau berkata-kata agar Tobi berhenti melakukan aktifitasnya dengan buku tersebut.

Pada halaman kedua dari buku tersebut dan halaman seterusnya dari buku itu terdapat banyak sekali tulisan namun dalam bahasa yang sama sekali tidak dapat dipahami oleh Tobi maupun Nail. Selebihnya pada halaman selanjutnya buku itu kosong tanpa satu tulisan pun di dalamnya dan itu membuat mereka menjadi semakin bingung tentang buku apa itu sebenarnya.

"ah aku menyesal sudah memungut buku ini!! Aku kira isinya bakalan menarik seperti apa yang ada di cerita-cerita atau film-film yang pernah aku baca dan tonton... Eh ternyata isinya hanya ada tulisan tidak jelas dan halaman kosong begini, padahal waktu melihat covernya kukira isi di dalamnya bakalan sangat menarik.. Huh!!" Tobi menggerutu sambil memegangi buku itu dengan lemas.

Tiba-tiba Nail yang sedari tadi hanya diam saja dan melihat kemudian merebut buku itu dari tangan Tobi. "Sini biar aku lihat sebentar!! Siapa tahu matamu itu ada yang salah." Seru Nail sambil membuka buku itu halaman demi halaman sambil mengamatinya dengan seksama, dan akhirnya dia menemukan sesuatu yang cukup menarik. "Owh, Apa ini.." Kata Nail sambil memperhatikan sesuatu yang ada di buku dengan sangat serius.

"Ada apa sih Nail?? Coba biar kulihat!!" Tobi yang tadi lemas tiba-tiba kembali bersemangat ketika mendengar sahabatnya berbicara seperti menemukan sesuatu yang menarik di dalam buku misterius itu, dia merasa penasaran dengan apa yang dilihat oleh temannya itu.

"Eits!! Sabar dulu dong Tob, kamu jangan langsung main sambar seperti itu." Nail menepis tangan Tobi yang penasaran dan ingin mengambil buku itu lagi dari tangannya. "Aku hanya menemukan tulisan mengkin bisa disebut sebagai kata-kata tapi aku tidak tahu juga karena hanya ada dua huruf dan tintanya menurutku agak sedikit aneh, agak basah dan sedikit berbau." Jelas Nail pada Tobi, namun belum sempat Nail menyelesaikan kata-katanya, Tobi sudah merenggut buku itu kembali dari tangannya dan langsung terburu-buru membukanya.

"Eeeeeh..!?" Seru Tobi sambil megernyitkan dahinya. "Tadi waktu kulihat pertama kali aku tidak menemukan sesuatu apapun dan tidak ada hal yang seperti ini!! Terus memang apa artinya dua huruf yang ada di halaman ini, M dan L??" Kata Tobi sambil menatap halaman buku tersebut dengan kebingungan.

Nail memperhatikan lagi kedua huruf itu, Nail memang orang yang sangat suka dengan hal yang berbau teka-teki seperti ini makanya dia kelihatan sangat serius dengan kedua huruf tersebut, dia nampak ingin sekali memcahkan kedua huruf yang terlihat seperti sebuiah kode itu."Mungkinkah itu inisial dari nama seseorang atau nama tempat??" Kata Nail mengira-ngira dengan gayanya yang mirip sekali dengan seorang detektif.

"Mungkin juga Nail, kamu memang pintar!! Tapi masalahnya ini nama tampat dimana atau nama siapa?? Yang lebih penting lagi dari semua itu adalah darimana tulisan ini berasal?? Karena tadi waktu kulihat pertama kali tulisan ini belum ada." Kata Tobi yang semakin bingung saja walaupun sudah mendapat sedikit jawaban dari Nail tentang arti kedua huruf itu.

"Aku juga tidak begitu tahu tentang hal itu." Kata Nail yang kini ikut-ikutan bingung seperti sahbatnya yang selalu penasaran itu."Ah lebih baik kita bawa buku itu dulu dan pergi ke rumah Mac Brief, dia kan orang yang paling pintar dan berpengalaman di desa, mungkin dia tahu sesuatu tentang buku ini." Ujar Nail mengajukan usul. Perlu diketahui bahwa Mac Brief adalah salah satu tetua di desa Tobi dan Nail yang sangat pintar dan dikenal dapat memecahkan berbagai masalah yang ada di desa, dan dia juga merupakan sahabat dari Tobi dan Nail.

"Boleh juga kiranya usulmu Nail, kalau begitu ayo kita segera berangkat ke rumah Mac Brief fan jagan tunda-tunda waktu lagi!! Aku juga rasanya jadi makin penasaran dengan buku misterius ini, mungkin isinya memang benar-benar menarik dan bisa membawa kita berpetualang seperti impian kita selama ini!!" Kata Tobi bersemangat dan menyetujui usul Nail.

"Ya Tobi, aku juga berharap kalau buku ini bisa memberikan petualangan bagi kita, tapi setidaknya kita juga sudah memulai petualangan dengan buku misterius ini, kalau begitu ayo kita mulai saja petualangan awal ke rumah Mac Brief bersama-sama.!!" Sambut Nail yang juga sangat bersemangat untuk memulai petualangan mereka. Akhirnya sepasang sahabat itu pun turun dari bukit dan menuju rumah Mac Brief yang berada di tengah desa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar